Dana Lingkungan Kemenhut Bantu Masyarakat Adat dan LSM Pelestarian Alam

Jumat, 13 Februari 2026 | 10:56:50 WIB
Dana Lingkungan Kemenhut Bantu Masyarakat Adat dan LSM Pelestarian Alam

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali memberikan kesempatan bagi berbagai pihak untuk mengakses dana pendukung kegiatan pelestarian lingkungan melalui peluncuran layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan. 

Langkah ini membuka pintu bagi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan masyarakat adat untuk mendaftar sebagai calon penerima hibah guna mendukung berbagai inisiatif yang bertujuan untuk menjaga kelestarian alam. 

Program ini merupakan yang keempat kalinya diluncurkan, dan sekali lagi didukung oleh pemerintah Norwegia melalui skema Result Based Contribution (RBC).

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan rasa bangga dan kebahagiaannya atas kerjasama bilateral dengan Norwegia yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai aspek pengelolaan hutan di Indonesia. 

Kerja sama ini turut mencakup sektor perhutanan sosial, penanggulangan kebakaran hutan, dan upaya menjaga kelestarian hutan yang menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Peran Norwegia dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

Raja Juli Antoni menyampaikan pentingnya kerja sama antara Indonesia dan Norwegia, yang tidak hanya mendukung pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga menjadi contoh nyata kolaborasi internasional dalam menghadapi masalah global. 

Norwegia telah berperan penting dalam berbagai program di sektor kehutanan Indonesia, baik dalam pencegahan kebakaran hutan maupun pengelolaan hutan secara lestari yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat adat dan penduduk sekitar hutan.

Pada kesempatan yang sama, Raja Juli mengapresiasi kunjungan Menteri Pembangunan Internasional Norwegia, Asmund Aukrust, yang menunjukkan komitmen kuat negaranya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan Indonesia. 

"Kami sangat berbangga hati dan berbahagia menerima kunjungan sahabat kami dari Norwegia. Kami mengapresiasi kerja sama yang dilakukan Norwegia dengan Indonesia melalui Result Based Contribution," ujarnya.

Masyarakat Adat dan LSM Dapat Akses Hibah untuk Proyek Lingkungan

Dengan diluncurkannya Dana Masyarakat untuk Lingkungan, kini masyarakat adat, LSM, dan organisasi non-pemerintah lainnya dapat lebih mudah mengakses hibah yang akan membantu mereka melaksanakan proyek-proyek yang berfokus pada pelestarian alam di tingkat lokal. 

Program hibah ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran masyarakat dan komunitas lokal dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta memberikan dukungan langsung bagi mereka yang terlibat aktif dalam konservasi dan keberlanjutan lingkungan.

"Melalui peluncuran ini, kami berharap masyarakat, LSM, dan masyarakat adat dapat mendaftar sebagai penerima atau calon penerima hibah yang mendukung kegiatan pelestarian lingkungan di tingkat tapak," ujar Raja Juli.

 Ini adalah kesempatan besar bagi kelompok-kelompok masyarakat yang ingin berkontribusi lebih dalam menjaga alam, sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial mereka.

Peningkatan Dana dan Penerima Manfaat di Masa Depan

Program ini telah menunjukkan hasil yang signifikan sejak pertama kali diluncurkan. Pada tahun sebelumnya, pemerintah Indonesia berhasil menyalurkan dana sebesar Rp19,31 miliar kepada 561 kelompok penerima manfaat yang melibatkan lebih dari 31 ribu individu dari 36 provinsi di Indonesia. 

Angka ini menunjukkan pentingnya program ini dalam memperkuat upaya-upaya pelestarian lingkungan di seluruh penjuru tanah air.

Ke depan, Menhut Raja Juli Antoni berkomitmen untuk meningkatkan jumlah dana yang tersedia dan memperluas cakupan penerima manfaat.

 "Kami berharap bahwa tahun depan jumlah dana yang disalurkan dapat meningkat, dan jumlah penerima manfaat juga semakin luas. Kami akan berbicara dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) agar dapat memperkuat sinergi dan memperluas dampak positif program ini," tegasnya.

Selain itu, Raja Juli menyadari bahwa kerja sama dengan mitra internasional, seperti Norwegia, sangat penting untuk menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan lingkungan hidup. Krisis iklim dan pemanasan global yang semakin nyata memerlukan tindakan cepat dan kolaborasi lintas negara, lembaga, dan masyarakat. 

Untuk itu, Indonesia akan terus memperkuat hubungan dengan berbagai pihak guna memastikan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan inklusif.

Dukungan Pemerintah Norwegia dalam Pengelolaan Lingkungan Indonesia

Pemerintah Norwegia telah menjadi salah satu mitra kunci dalam mendukung program pengelolaan lingkungan di Indonesia, terutama dalam hal perhutanan sosial dan penanganan kebakaran hutan. 

Melalui skema RBC yang telah diterapkan, Norwegia memberikan dukungan pendanaan berdasarkan hasil yang tercapai dalam upaya pelestarian hutan dan pengelolaan lingkungan.

Raja Juli menegaskan bahwa kerja sama internasional ini menjadi semakin penting, mengingat krisis iklim yang semakin mendesak untuk segera ditangani. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan hutan tropis terbesar di dunia, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian hutan dan ekosistem yang ada. 

Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai negara dan lembaga internasional sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan hutan dan sumber daya alam lainnya.

Terkini