JAKARTA - PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) telah melaksanakan langkah penting dengan memberikan pinjaman sebesar Rp 800 miliar kepada anak perusahaan mereka, PT Sinar Mas Multifinance.
Pinjaman ini menjadi bagian dari strategi SMMA untuk mendukung kelancaran operasional dan ekspansi perusahaan di sektor multifinance. Keputusan ini diumumkan dalam keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Direktur SMMA, Felix, pada 11 Februari 2026.
Felix menjelaskan bahwa pinjaman yang diberikan kepada PT Sinar Mas Multifinance tersebut tidak bersifat material karena jumlahnya tidak melebihi 20% dari ekuitas SMMA. Hal ini juga menunjukkan bahwa langkah tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap laporan keuangan atau struktur organisasi SMMA.
Menurutnya, meskipun jumlah pinjaman cukup besar, hal ini masih berada dalam batas kewajaran dan tidak menambah risiko yang signifikan bagi perusahaan induk.
Rincian Pinjaman dan Persyaratannya
Pemberian pinjaman ini dilakukan pada tanggal 10 Februari 2026 dengan jangka waktu lima tahun. Suku bunga pinjaman yang diterapkan adalah 8,25% efektif per tahun, dengan kewajiban pembayaran bunga setiap akhir bulan atau saat jatuh tempo.
Pinjaman tersebut diharapkan dapat mendukung PT Sinar Mas Multifinance dalam pengembangan lebih lanjut di sektor pembiayaan dan layanan multifinance, yang terus berkembang pesat seiring dengan permintaan pasar yang semakin tinggi.
Felix menambahkan bahwa, meski pinjaman ini berskala besar, pihaknya tetap memastikan agar pinjaman tersebut tidak memberi beban yang memberatkan bagi anak perusahaan. Dengan kondisi ini, SMMA tetap dapat menjaga kestabilan finansialnya, meskipun pinjaman yang diberikan cukup besar.
Transaksi Penjualan Saham PT Dana Pinjaman Inklusif
Tidak hanya memberikan pinjaman, SMMA juga melakukan transaksi besar lainnya pada 10 Februari 2026 berupa penjualan seluruh saham yang dimiliki di PT Dana Pinjaman Inklusif.
Penjualan ini melibatkan 7.600 saham atau sekitar Rp 7,6 miliar yang dijual kepada Sino Ronhui New Material Co Limited, sebuah perusahaan yang berbasis di Hong Kong. Penjualan ini dilakukan dengan tujuan untuk merampingkan struktur kepemilikan dan lebih fokus pada bisnis inti SMMA.
Felix menjelaskan bahwa penjualan saham tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi, yang berarti transaksi ini tidak melibatkan hubungan khusus antara SMMA dan pihak pembeli. Hal ini menandakan bahwa penjualan saham tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan pasar dan nilai ekonomi yang wajar, tanpa adanya konflik kepentingan.
Dampak Transaksi Penjualan Saham terhadap Struktur Kepemilikan
Akibat transaksi ini, terjadi perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan saham PT Dana Pinjaman Inklusif. Sebelumnya, SMMA mengendalikan 50% saham di perusahaan tersebut, namun setelah transaksi, pengendali utama saham tersebut beralih ke Sino Ronhui New Material Co dengan kepemilikan 85%.
Sementara itu, PT Lucky Eight Success memperoleh 15% saham, yang sebelumnya dimiliki bersama oleh SMMA dan Singapore Surmount International Pte Ltd.
Perubahan ini menandakan bahwa SMMA melakukan langkah strategis dalam pengelolaan portofolio investasinya. Dengan penjualan saham ini, SMMA kini memiliki ruang lebih untuk berfokus pada investasi yang lebih sesuai dengan arah dan tujuan jangka panjang perusahaan.
Felix juga menegaskan bahwa meskipun ada perubahan dalam kepemilikan saham Dana Pinjaman Inklusif, tidak ada dampak signifikan yang ditimbulkan terhadap operasional dan kondisi keuangan SMMA.
Hal ini juga tidak mempengaruhi proyeksi keuangan, status hukum, atau kelangsungan usaha SMMA di masa depan. Penjualan saham ini adalah bagian dari upaya SMMA untuk memperbaiki dan mengoptimalkan kinerja perusahaan.
Strategi SMMA dalam Mengelola Keuangan dan Portofolio
Langkah-langkah yang diambil SMMA, baik pemberian pinjaman kepada anak perusahaan maupun penjualan saham, mencerminkan strategi yang hati-hati dalam mengelola sumber daya dan portofolio investasi mereka.
Dengan pinjaman yang diberikan kepada Sinar Mas Multifinance, SMMA berupaya memperkuat posisi anak perusahaan dalam menghadapi persaingan di industri multifinance yang semakin kompetitif.
Pinjaman ini diharapkan dapat memberikan dorongan yang diperlukan untuk ekspansi dan peningkatan kualitas layanan PT Sinar Mas Multifinance.
Selain itu, penjualan saham PT Dana Pinjaman Inklusif menunjukkan bahwa SMMA tidak ragu untuk melakukan perubahan yang dapat mendukung fokus utama mereka dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Meskipun penjualan ini membawa perubahan dalam struktur kepemilikan, SMMA memastikan bahwa keputusan tersebut tidak akan mempengaruhi kegiatan operasional atau stabilitas keuangan perusahaan secara keseluruhan.